Sosialisasi Kesehatan pada Masyarakat di Desa Lamo Kecamatan Pagimana Kabupaten Banggai
Health Socialization to the Community in Lamo Village, Pagimana District, Banggai Regency
DOI:
https://doi.org/10.51888/maleo.v3i2.320Keywords:
Pengalaman belajar lapangan, pengetahuan, sikap masyarakat, PBLAbstract
Permasalahan kesehatan masyarakat di Desa Lamo, Kecamatan Pagimana, Kabupaten Banggai, menjadi fokus utama dalam Pengalaman Belajar Lapangan (PBL) II. Berbagai isu seperti rendahnya kesadaran akan bahaya merokok, pengelolaan sampah yang belum optimal, masih banyak rumah yang tidak memiliki SPAL serta masih adanya masyarakat yang belum mengetahui stunting dan pengendalian stunting juga teridentifikasi sebagai masalah utama. Intervensi yang dilakukan mencakup Penyuluhan Terkait SPAL yang Memenuhi Syarat Standar Kesehatan, Penyuluhan Terkait Stunting, Penyuluhan Terkait Sampah Penanganan, Pemilahan Sampah dan Prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle), Penyuluhan Pengendalian Vektor Penyakit, Penyuluhan Terkait PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat), Penyuluhan Jamban Sehat, Penyuluhan Tentang MP-ASI, Penyuluhan Tekait JKN, Penyuluhan Tentang Bahayanya Merokok, dan Penyuluhan Pada Wanita Usia Subur(WUS). Kegiatan Pengalaman Belajar Lapangan (PBL) II ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kesehatan lingkungan dan individu, serta membangun kemampuan masyarakat dalam mengidentifikasi dan mengatasi masalah kesehatan di lingkungan mereka sendiri. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan sikap masyarakat terhadap isu-isu kesehatan, yang tercermin dalam perubahan perilaku sehari-hari, seperti peningkatan partisipasi aktif dalam kegiatan kebersihan lingkungan. Diperlukan kolaborasi yang lebih intensif antara petugas kesehatan, pemerintah desa, dan masyarakat untuk mengoptimalkan upaya peningkatan kesehatan secara berkelanjutan di Desa Lamo.
The public health issues in Lamo Village, Pagimana District, Banggai Regency, have become the main focus of Field Learning Experience (PBL) II. Various issues have been identified as major concerns, including low awareness of the dangers of smoking, suboptimal waste management, the lack of proper household wastewater disposal systems (SPAL) in many homes, and the limited knowledge of stunting and its prevention among the community. The interventions carried out include counseling on SPAL that meets health standards, stunting education, waste management education, waste sorting and the 3R principles (Reduce, Reuse, Recycle), disease vector control education, clean and healthy living behavior (PHBS) education, proper sanitation education, complementary feeding (MP-ASI) education, National Health Insurance (JKN) education, smoking hazard awareness, and counseling for women of reproductive age (WUS). The Field Learning Experience (PBL) II aims to increase community knowledge and awareness regarding the importance of environmental and individual health, as well as to build the community’s capacity to identify and address health issues in their own environment. Evaluation results show a significant improvement in the community’s knowledge and attitudes toward health issues, reflected in behavioral changes such as increased active participation in environmental cleanliness activities. A more intensive collaboration between health workers, village authorities, and the community is needed to optimize sustainable health improvement efforts in Lamo Village.
References
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
World Health Organization (WHO). (2021). Guidelines on Sanitation and Health. Geneva: WHO Press.
Bappenas. (2023). Bappenas Bersama UN Sepakati Kolaborasi Pembangunan Inklusif dan Berkelanjutan.
Velies, D. S., Octavius, G. S., Sherly, S., Riannie, C., & Sungono, V. (2023). Healthcare Seeking Behaviour in Medical and Non-Medical Students: A Comparative Cross-Sectional Study in Tangerang Indonesia. Health Science Journal of Indonesia, 14(2).
Betry, R. A., & Syakurah, R. A. (2023). PENINGKATAN PENGETAHUAN PENGGUNAAN JAMBAN SEHAT DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SELAT KABUPATEN BATANGHARI. Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti, 4(2), 304–315. https://doi.org/10.38048/jailcb.v4i2.1595
Haskas, Y., Nani, S., & Makassar, H. (t.t.). GAMBARAN STUNTING DI INDONESIA: LITERATUR REVIEW. Dalam Jurnal Ilmiah Kesehatan Diagnosis (Vol. 15).
Masyarakat, K. (t.t.). Nunun Nurhajati, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Masyarakat Desa Samir Dalam Meningkatkan 1.
Sitti, O. :, Wati, H., & Anggraini, D. (t.t.). DAMPAK MEROKOK TERHADAP KEHIDUPAN SOSIAL REMAJA (Studi di Desa Mabodo Kecamatan Kontunaga Kabupaten Muna).
Published
How to Cite
Issue
Section
Copyright (c) 2025 Lisa Handayani, Muh. Akbar Alhasni, Futri Sakina Paulus, Hija Siondong, Milan G. Pilok, Abd Rafiq S. Baco, Aliya A. Basrewan, Arinda Kristiawati Maurani, Cici Masri

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.



