Gambaran Determinan Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Karyawan di PT. Koninis Fajar Mineral
Description of Occupational Safety and Health Determinants for Employees at PT. Koninis Fajar Mineral
DOI:
https://doi.org/10.51888/jpmeo.v4i2.391Keywords:
Kaspasitas kerja, beban kerja, lingkungan kerja fisikAbstract
Industri pertambangan memiliki risiko keselamatan dan kesehatan kerja yang tinggi akibat paparan debu, bahan kimia, penggunaan alat berat, hingga kondisi lingkungan kerja yang tidak aman, implementasi K3 yang baik dapat menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, nyaman sehingga dapat meningkatkan produktivitas pekerja (Almansyah, 2023). Berdasarkan data International Labour Organization (ILO), lebih dari 2,78 juta orang meninggal setiap tahun akibat kecelakaan dan penyakit akibat kerja, serta sekitar 374 juta pekerja mengalami cedera non-fatal. Data Kementerian ESDM tahun 2021 mencatat 93 kecelakaan tambang dengan 11 korban meninggal, sedangkan di Kabupaten Banggai periode 2021–2024 di PT. Koninis terdapat 7–10 kasus kecelakaan kerja tiap tahun. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Gambaran Determinan Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Pada Karyawan Di PT. Koninis Fajar Mineral. Penelitian deskriptif. Populasi seluruh tenaga kerja berjumlah 50 orang menggunakan teknik total sampling. Data diolah menggunakan SPSS. Analisis univariat. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kapasitas kerja dengan kriteria baik berjumlah 37 orang (74%) dan kurang baik berjumlah 13 orang (26%), beban kerja dengan kriteria baik berjumlah 8 orang (16%) dan kurang baik berjumlah 42 orang (84%), lingkungan kerja fisik berdasarkan pengukuran pencahayaan area workshop 86,8 lux dan area preparasi 294 lux termasuk dalam kategori unsafety, kebisingan pada area workshop 78,44 dBA area preparasi 80,17 dBA termasuk kategori safety adapun suhu lingkungan kerja 27℃ termasuk kategori safety. Kesimpulannya, gambaran determinan K3 pada karyawan PT. Koninis Fajar Mineral masih kurang baik. Perusahaan diharapkan lebih memperhatikan kapasitas kerja, beban kerja, serta perbaikan kondisi lingkungan kerja untuk meminimalisir risiko kecelakaan dan penyakit akibat kerja.
The mining industry has a high risk of occupational safety and health due to exposure to dust, chemicals, heavy equipment, and unsafe working conditions. Proper implementation of Occupational Safety and Health (OSH) can create a safe, healthy, and comfortable environment, thus improving worker productivity (Almansyah, 2023). According to the International Labour Organization (ILO), more than 2.78 million people die annually from work-related accidents and diseases, while about 374 million workers suffer non-fatal injuries. Data from the Ministry of Energy and Mineral Resources (ESDM) in 2021 reported 93 mining accidents with 11 deaths, while in Banggai Regency during 2021–2024, PT. Koninis recorded 7–10 accidents each year. This study aims to describe the determinants of OSH among employees at PT. Koninis Fajar Mineral. This descriptive study involved 50 workers using a total sampling technique. Data were processed with SPSS and analyzed univariately. The results showed that work capacity with good criteria was found in 37 workers (74%) and poor criteria in 13 workers (26%). Workload with good criteria was found in 8 workers (16%) and poor criteria in 42 workers (84%). Physical environment measurements showed lighting in the workshop at 86.8 lux and in preparation at 294 lux, categorized as unsafe; noise levels were 78.44 dBA in the workshop.
References
Almansyah, W. R., Hendrik, H., & Yulianti, Y. (2023). Determinan perilaku keselamatan kerja: Sebuah analisis empiris perusahaan pertambangan. Jurnal Ilmu Ekonomi & Sosial, 55-63.
Astuti, I. (2018). Pengaruh insentif, promosi jabatan dan lingkungan kerja terhadap kepuasan kerja karyawan pada CV. Bali Harmoni. Doctoral Dissertation, Universitas Mahasaraswati Denpasar.
BPJS Ketenagakerjaan. (2022). Angka kecelakaan kerja.
Harsa, D. (2020). Hubungan antara usia dan masa kerja dengan kelelahan kerja pada sopir pengemudi travel. Holistik Jurnal Kesehatan, 19(1), 171–177.
Hasibuan, H., Purba, B., Marzuk, M., Sianturi, M. E., Jamaludin, J. (2020). Teknik keselamatan dan kesehatan kerja.
Maitriani, C. (2021). Pengaruh etika, kapasitas kerja dan kemampuan kerja terhadap produktivitas kerja pegawai dinas kependudukan dan catatan sipil kabupaten pidie. Jurnal Real Riset,. 234-244.
Mustafa, M., Hasanudin, H., Saharudin, S. (2023). Hubungan intensitas pencahayaan dan masa kerja dengan gejala kelelahan mata pada pekerja penjahit di kelurahan lolu kota palu ruwa. Jurnal Kesehatan Lingkungan.
Ruheli, R. (2022). Analisis pelatihan K3 dan lingkungan kerja terhadap keselamatan dan kesehatan kerja di departemen pgf section power system area pulau pabelokan cnooc. Jurnal Media Teknologi, 128–138.
Safira, R. A. D., & Nurdiawati, E. (2020). Hubungan antara keluhan kelelahan subjektif, umur dan masa kerja terhadap produktivitas kerja pada pekerja. Faletehan Health Journal, 7(02),. 113–118.
Suhartoyo, F. M., Sumampouw, O. J., Rampengan, N. H. (2022). Occupational accidents among fishermen in manado north sulawesi. 10(1), 1-9.
Published
How to Cite
Issue
Section
Copyright (c) 2026 Intan Permatasari Kiasan, Sandy Novriyanto Sakati, Bambang Dwicahya, Mirawati Tongko

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
