Uji Laboratorium Efektivitas Ekstrak Daun Jarak Kepyar (Ricinus communis linn) sebagai Larvasida terhadap Larva Anopheles sp.

Laboratory Test of the Effectiveness of Castor Oil Plant (Ricinus communis linn) Leaf Extract as a Larvicide against Anopheles sp. Larvae

Authors

  • Mifthy Ramadanti Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Tompotika Luwuk
  • Bambang Dwicahya Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Tompotika Luwuk
  • Muhammad Syahrir Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Tompotika Luwuk

DOI:

https://doi.org/10.51888/jpmeo.v4i2.394

Keywords:

Ricinus communis linn, larvasida nabati, anopheles sp

Abstract

Malaria merupakan penyakit endemik di Indonesia yang ditularkan oleh nyamuk Anopheles sp. dan masih menjadi masalah kesehatan masyarakat. Upaya pengendalian larva umumnya menggunakan larvasida kimia, namun dapat berpotensi menimbulkan resistensi dan pencemaran lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan alternatif larvasida alami yang lebih aman dan ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak daun jarak kepyar terhadap mortalitas larva larval mortality. pada instar I – IV. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen sejati (true experiment) dengan rancangan Posttest Only Control Group Design. Sampel berupa larva larval mortality. instar I–IV sebanyak 25 ekor per kelompok. Ekstrak daun jarak kepyar diperoleh melalui metode maserasi dan diuji pada konsentrasi 453 ppm. Data mortalitas larva diamati setiap dua jam hingga 48 jam. Hasil penelitian menunjukkan mortalitas rata-rata tertinggi terjadi pada instar I (45,3%) dan terendah pada instar IV (21,3%). Sehingga, konsentrasi 453 ppm belum efektif sebagai larvasida standar. Kesimpulannya, ekstrak daun jarak kepyar memiliki potensi sebagai larvasida nabati, tetapi pada konsentrasi ini belum optimal. Serta terdapat perbedaan mortalitas yang signifikan pada instar I, II, dengan instar III, IV. Disarankan penelitian lanjutan dengan variasi konsentrasi lebih tinggi dan waktu pengamatan diperpanjang untuk memperoleh efektivitas maksimal.

                  Malaria is an endemic disease in Indonesia transmitted by Anopheles sp. mosquitoes and remains a public health problem. Larval control efforts generally use chemical larvicides, but these can potentially cause resistance and environmental pollution. Therefore, safer and more environmentally friendly natural larvicides are needed. This study aims to determine the effectiveness of castor bean leaf extract on larval mortality in instars I–IV. This study used a true experiment method with a Posttest Only Control Group Design. The sample consisted of 25 larvae of instar I–IV per group. The extract of castor bean leaves was obtained through the maceration method and tested at a concentration of 453 ppm. Larval mortality data were observed every two hours for up to 48 hours. The results showed that the highest average mortality occurred in instar I (45.3%) and the lowest in instar IV (21.3%). Therefore, the concentration of 453 ppm was not yet effective as a standard larvicide. In conclusion, castor bean leaf extract has potential as a botanical larvicide, but at this concentration it is not yet optimal. There was also a significant difference in mortality between instars I and II and III and IV. Further research with higher concentration variations and extended observation time is recommended to achieve maximum effectiveness.

References

Dheasabel, G., & Azinar, M. (2018). Kemampuan Ekstrak Buah Pare terhadap Kematian Nyamuk Aedes aegypti. HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development), 2(2), 331–341.

Irma, A., Budi, S., & Lestari, D. (2023). Definisi dan peran vektor dalam penularan penyakit. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 15(2), 85–92.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2017). Upaya pengendalian penyakit di negara berkembang. Kementerian Kesehatan RI.

Khyade, M.S., Vaikos, N.P. (2011). Pharmacognostical and Phytochemical Evaluation of Leaf of Jatropha gossypifolia L, IJRAP 2011, 2 (1) : 177-180.

Pohan, S. S. (2024). Efektivitas Beauveria bassia terhadap mortalitas larva nyamuk Aedes aegypti dan culex sp. Universitas Medan Area.

Rombot, D. V., & Mokosuli, Y. S. (2020). Bioaktivitas larvasida nyamuk Anopheles sp. dari ekstrak bunga Tagetes erecta L. yang berasal dari Kota Tomohon. Jurnal Biomedik, 12(3), 161–167.

Simbolon, V. A., & Martias, I. (2020). Ekstrak daun mengkudu dan daun pepaya sebagai larvasida alami terhadap kematian larva nyamuk Aedes aegypti. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 9(01), 12–18.

Triwahyuni, T., Husna, I., Febriani, D., & Karim, L. I. (2021). Efektivitas ekstrak daun pandan wangi (Pandanus amaryllifolius) terhadap daya tahan larva Anopheles sp. Malahayati Nursing Journal, 3(3), 413–425.

Widhawati, Nurul. Pengaruh Lama Penyimpanan Ekstrak Daun Pandan Wangi (Pandanus amaryllifolius) Terhadap Efektivitasnya Sebagai Larvasida Nyamuk Aedes sp. Universitas Brawijaya, 2015.

Widhawaty, N. (2015). Pengaruh lama penyimpanan ekstrak daun Pandan Wangi (Pandanus amaryllifolius) terhadap efektivitasnya sebagai larvasida nyamuk Aedes sp. Skripsi, Universitas Brawijaya.

World Health Organization. (2005). Guidelines for laboratory and field testing of mosquito larvacides (WHO/CDS/WHOPES/GCDPP/2005). Gevana : World Health Organization.

Published

2026-01-25

How to Cite

Ramadanti, M., Dwicahya, B., & Syahrir, M. . (2026). Uji Laboratorium Efektivitas Ekstrak Daun Jarak Kepyar (Ricinus communis linn) sebagai Larvasida terhadap Larva Anopheles sp. : Laboratory Test of the Effectiveness of Castor Oil Plant (Ricinus communis linn) Leaf Extract as a Larvicide against Anopheles sp. Larvae. Buletin Kesehatan Mahasiswa, 4(2), 83-92. https://doi.org/10.51888/jpmeo.v4i2.394