Efek Larvasida Daun Jarak Kepyar (Ricinus communis linn) pada Organisme non-target
Larvicidal Effect of Castor Leaves (Ricinus communis linn) on non-Target Organisms
DOI:
https://doi.org/10.51888/jpmeo.v4i2.405Keywords:
Jarak kepyar, Ricinus communis linn, organisme non-targetAbstract
Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan yang signifikan, termasuk Indonesia. Tanaman jarak kepyar telah diketahui memiliki sifat larvasida terhadap larva nyamuk aedes pada beberapa penelitian, namun perlu dilakukan studi tentang pengaruh efek residu larvasida daun jarak kepyar untuk mengevaluasi risiko potensial dan efek jangka Panjang dan peninjauan ekstrak daun jarak kepyar terhadap organisme non-target. Metode penelitian larvasida ekstrak daun jarak kepyar dilakukan menggunakan metode maserasi. Pembuatan ekstrak daun jarak kepyar menggunakan 4 jenis pelarut yang berbeda. Bahan Daun Jarak Kepyar dibagi menjadi dua yaitu daun muda dan daun tua. efek pada organisme non-target dilakukan pengamatan sampai pada hari ke-7 setelah perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan efek ekstrak daun jarak (menggunakan 4 pelarut) baik daun muda maupun daun tua terhadap organisme non-target (ikan guppy) tidak menimbulkan mortalitas pada ikan selama 3 kali percobaan. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu ekstrak daun jarak kepyar tidak menimbulkan efek mortalitas pada ikan guppy.
Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is still a significant health problem, including in Indonesia. The castor plant has been known to have larvicidal properties against aedes mosquito larvae in several studies, but a study is needed on the effect of residual effects of castor leaf larvicidal to evaluate potential risks and long-term effects and review of castor leaf extract on non-target organisms. Research method: castor leaf extract larvicidal was carried out using the maceration method. The manufacture of castor leaf extract used 4 different types of solvents. Castor leaf material was divided into two, namely young leaves and old leaves. the effect on non-target organisms was observed until the 7th day after treatment. The results showed that the effect of castor leaf extract (using 4 solvents) both young leaves and old leaves on non-target organisms (guppy fish) did not cause mortality in fish during 3 trials. The conclusion in this study is that castor leaf extract does not cause mortality in guppy fish.
References
Araújo FG, Peixoto MG, Pinto BCT, Teixeira TP. Distribution of guppies Poecilia reticulata (Peters, 1860) and Phalloceros caudimaculatus (Hensel, 1868) along a polluted stretch of the Paraíba do Sul River, Brazil. Brazilian J Biol. 2009;69(1). doi:10.1590/s1519- 69842009000100005
Apriyani N, Setyaningrum E, Susanto GN. Pengaruh Bacillus thuringiensis israelensis Sebagai Larvasida Vektor Demam Berdarah Dengue (DBD) Terhadap Ikan Guppy (Poecilia reticulata). BioWallacea J Penelit Biol (Journal Biol Res. 2019;6(1). doi:10.33772/biowallacea.v6i1.8747
Arfah H, Mariam S, Alimuddin . Effect of Temperature on Reproduction and Sex Ratio of Guppy (Poecilia reticulata Peters). J Akuakultur Indones. 2007;4(1). doi:10.19027/jai.4.1-4
Dani NP, Budiharjo A, Listyawati S. Komposisi pakan buatan untuk meningkatkan pertumbuhan dan kandungan protein Ikan Tawes (Puntius javanicus Blkr.). BioSMART. 2005;7(2).
Dwicahya B, Arsunan Arsin A, Ishak H, Hamid F, Mallongi A. Aedes Sp. Mosquito Resistance and the Effectiveness of Biolarvicides on Dengue Vector Mortality. Pharmacogn J. 2023;15(4). doi:10.5530/pj.2023.15.116
Hendri J, Kusnandar AJ, Astuti EP. Identifikasi Jenis Bahan Aktif dan Penggunaan Insektisida Antinyamuk serta Kerentanan Vektor DBD terhadap Organofosfat pada Tiga Kota Endemis DBD di Provinsi Banten. ASPIRATOR - J Vector-borne Dis Stud. 2016;8(2):77-86. doi:10.22435/aspirator.v8i2.4861.77-86
Kemenkes RI. Laporan Tahunan 2022 Demam Berdarah Dengue. kemenkes RI. Published online 2023:37.
Kemenkes RI. Demam Berdarah Dengue Indonesia. Pedoman Pencegah dan Pengendali demam berdarah di Indones. 2017;5(7):9.
Kusriastuti R, Sutomo S. Evolution of dengue prevention and control programme in Indonesia. Dengue Bull. 2005;29:1-7.
Mayssara A. Abo Hassanin Supervised A. 済無No Title No Title No Title. Pap Knowl Towar a Media Hist Doc. 2014;4(April):73-83.
Prasetyowati H, Hendri J, Wahono T. Status Resistensi Aedes aegypti (Linn.) terhadap Organofosfat di Tiga Kotamadya DKI Jakarta. Balaba J Litbang Pengendali Penyakit Bersumber Binatang Banjarnegara. 2016;12(1):23-30. doi:10.22435/blb.v12i1.4454.23-30
Sunaryo S, Widiastuti D. Resistensi Aedes aegypti terhadap Insektisida Kelompok Organopospat dan Sintetik Piretroid di Provinsi Sumatera Utara dan Provinsi Jambi. Balaba J Litbang Pengendali Penyakit Bersumber Binatang Banjarnegara. Published online 2018:95-106. doi:10.22435/blb.v14i1.304
WHO. Guidelines for laboratory and field testing of mosquito larvicides.
Published
How to Cite
Issue
Section
Copyright (c) 2026 Bambang Dwicahya, A. Arsunan Arsin, Hasanuddin Ishak, Firdaus Hamid

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
