Analisis Stres Kerja pada Petugas Kesehatan di Puskesmas Remaja Kota Samarinda
Analysis of Work Stress in Health Workers at Remaja Health Center in Samarinda City
DOI:
https://doi.org/10.51888/phj.v16i2.342Keywords:
Stres kerja, petugas kesehatan, puskesmasAbstract
Tujuan Penelitian ini yaitu menganalisis hubungan antara usia, jenis kelamin, status perkawinan, dan masa kerja dengan stres kerja pada petugas kesehatan di Puskesmas Remaja Kota Samarinda. Metode Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel berjumlah 32 tenaga kesehatan yang dipilih sesuai kriteria penelitian. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner DASS-21 (Depression Anxiety Stress Scales-21). Analisis data meliputi analisis univariat untuk menggambarkan karakteristik responden dan distribusi tingkat stres kerja dalam bentuk frekuensi dan persentase. Analisis bivariat dilakukan menggunakan uji Chi-square dengan tingkat signifikansi 5% (p<0,05) untuk menilai hubungan usia, jenis kelamin, status perkawinan, dan masa kerja dengan stres kerja. Hasil Penelitian menunjukkan sebanyak 8 responden (25%) mengalami stres kerja. Dari jumlah tersebut, 4 orang (12,5%) mengalami stres ringan, 3 orang (9,4%) stres sedang, dan 1 orang (3,1%) stres berat. Analisis bivariat menunjukkan bahwa status perkawinan merupakan satu-satunya variabel yang memiliki hubungan signifikan dengan stres kerja pada tenaga kesehatan (p=0,01), sedangkan usia, jenis kelamin, dan masa kerja tidak menunjukkan hubungan yang bermakna. Kesimpulan: Sebagian besar tenaga kesehatan di Puskesmas Remaja Kota Samarinda mengalami stres kerja, dengan status perkawinan sebagai faktor yang berhubungan signifikan. Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan desain yang berbeda, jumlah sampel lebih besar, serta menambahkan variabel lain untuk memperoleh gambaran yang lebih komprehensif. Temuan ini dapat menjadi dasar bagi pengelola puskesmas dalam merancang upaya pencegahan dan pengelolaan stres kerja tenaga kesehatan secara lebih terarah.
The purpose of this study was to analyze the relationship between age, gender, marital status, and length of service with work stress among health workers at the Youth Health Center in Samarinda City. The research method used a quantitative approach with a cross-sectional design. The sample consisted of 32 health workers selected according to the research criteria. Data collection was carried out using the DASS-21 (Depression Anxiety Stress Scales-21) questionnaire. Data analysis included univariate analysis to describe the characteristics of respondents and the distribution of work stress levels in the form of frequencies and percentages. Bivariate analysis was carried out using the Chi-square test with a significance level of 5% (p<0.05) to assess the relationship between age, gender, marital status, and length of service with work stress. The results showed that 8 respondents (25%) experienced work stress. Of these, 4 people (12.5%) experienced mild stress, 3 people (9.4%) experienced moderate stress, and 1 person (3.1%) experienced severe stress. Bivariate analysis showed that marital status was the only variable significantly associated with work stress in healthcare workers (p=0.01), while age, gender, and length of service did not show a significant association. Conclusion: Most healthcare workers at the Samarinda City Youth Health Center experience work stress, with marital status being a significantly related factor. Further research is recommended to use a different design, a larger sample size, and the addition of other variables to obtain a more comprehensive picture. These findings can be a basis for healthcare center managers in designing more targeted efforts to prevent and manage work stress in healthcare workers.
References
Ardilla, R. R., Dwijayanto, I. M. R., S Kusumaningtyas, D. P. H. (2022). Faktor Penyebab Terjadinya Stress Kerja Pada Perawat Berdasarkan Studi Literatur. Indonesian Journal of Health Research, 5(1), 38–43. http://idjhr.triatmamulya.ac.id/index.php/idjhr/article/view/49/49
Goni, D. D., Kolibu, F. K., Kawatu, P. A. T., Kesehatan, F., Unuversitas, M., S Ratulangi, S. (2019). Pengaruh Stres Kerja Terhadap Kinerja Tenaga Kesehatan Di Puskesmas Mubune Kecamatan Likupang Barat Minahasa Utara. Kesmas, 8(6), 478–483. https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/kesmas/article/view/25713
Habibah, S., Chandra, S Mahmudah. (2021). Hubungan Masa Kerja, Beban Kerja Dan Lingkungan Kerja Dengan Stres Kerja Pegawai Di Puskesmas Martapura 1 Kabupaten Banjar Tahun 2021. Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari, 1–6.
Habibi, E., Poorabdian, S., S Shakerian, M. (2015). Job strain (demands and control model) as a predictor of cardiovascular risk factors among petrochemical personnel. Journal of Education and Health Promotion, 4(1), 16. https://doi.org/10.4103/2277- 9531.154034
Indonesia, mentri K. (2024). Peraturan Mentri Kesehatan Republik Indonesia No 6 Tahun 2024. Kementrian Kesehatan, 31–34.
Isnani Parinduri, A., Hayanti Br Panjaitan, D., Irmayani, I., Kasim, F., Febriana Siregar, A., S Nauli, M. (2023). Peran Petugas Kesehatan dalam Menyongsong Era 5.0 untuk Profesionalisme Terhadap Peningkatan Kualitas Pelayanan Pasien di Puskesmas.
Jukeshum: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3(2), 316–320. https://doi.org/10.51771/jukeshum.v3i2.638
Jayadi, A. (2021). Hubungan Antara Faktor Individu dan Faktor Pekerjaan dengan Kejadian Stres Kerja Pada Tenaga Kesehatan di Enam Puskesmas Wilayah Kota Tangerang Pada Masa Pandemi Covid-19.
Maranden, A. A., Irjayanti, A., S Wayangkau, E. C. (2023). Faktor yang Berhubungan dengan Stres Kerja pada Perawat di Rumah Sakit Jiwa Daerah Abepura Kota Jayapura. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 22(2), 221–228. https://doi.org/10.14710/jkli.22.2.221-228
Nindyawati, novita medyati, arius togodly. (2024). faktor yang berhubungan denga kejadian sttres kerja petugas kesehatan di puskesmas bilogai kabupaten intan jaya. 02(2), 23–33. https://jurnalcenderawasih.id/index.php/cjph/article/view/16
Peraturan Menteri Kesehatan RI No 43 tahun 2019. (2019). Peraturan Menteri Kesehatan RI No 43 tahun 2019 tentang Puskesmas. Peraturan Menteri Kesehatan RI No 43 Tahun 2019 Tentang Puskesmas, Nomor 65(879), 2004–2006.
Purwaningsih, D. F., Salamung, N., S Elmiyanti, N. K. (2022). Pengaruh Kelelahan terhadap Keselamatan Pasien: Sistematik Review. Jurnal Kesmas Untika Luwuk : Public Health Journal, 13(2), 138–153. https://doi.org/10.51888/phj.v13i2.143
Safitri, I. A. (2020). Stres kerja perawat di unit rehabilitasi kusta Rumah Sakit Umum Daerah. Higeia Journal of Public Health Research and Development, 1(3), 84–94. https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/higeia/article/view/40449
Sheila Intan Mahendra. (2021). Faktor Yang Berhubungan Dengan Stres Kerja Perawat Di Ruang Inap Rumkit Tk Ii Putri Hijau Kesdam I/Bb Medan. Pharmacognosy Magazine, 75(17), 399–405. http://repository.uinsu.ac.id/11797/Sk Kategori Pkm 25.pdf. (n.d.).
Yusriani, S., Nurbaeti, N., S Patiro, S. P. S. (2024). Understanding and Managing Job Stress in the Service Sector: A Literature Review. International Journal of Business, Management and Economics, 5(2), 187–196. https://doi.org/10.47747/ijbme.v5i2.1774
Published
How to Cite
Issue
Section
Copyright (c) 2025 Mirani Arizkha Uga, Iwan M. Ramdan, Muhammad Sultan, Ida Ayu Indira Dwika Lestari

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.




