Perilaku Ibu dalam Pemberian ASI di Wilayah Kerja Puskesmas Saleati Kecamatan Liang, Kabupaten Banggai Kepulauan
Mothers’ Behavior in Providing Breats Milk in the Work Area of Saleati Community Health Center, Liang Distric, Banggai Islands Regency
DOI:
https://doi.org/10.51888/phj.v16i2.379Keywords:
ASI, perilaku ibu, kecamatan liangAbstract
ASI adalah cairan putih yang dihasilkan oleh kelenjar payudara ibu melalui proses menyusui. ASI merupakan makanan yang telah disiapkan untuk calon bayi saat ibu mengalami kehamilan. Selama kehamilan, payudara akan mengalami perubahan untuk menyiapkan produksi ASI, Perilaku ibu dalam pemberian ASI dipengaruhi oleh berbagai faktor yaitu ada faktor predisposing (pengetahuan, sikap, tindakan), faktor pemungkin/enabling faktor (sarana atau prasarana), dan faktor penguat/reinforcing faktor (dukungan petugas kesehatan dan dukungan keluarga). Penelitian ini merupakan jenis penelittian kualitatif dengan menggunakan pendekatan fenomenologi. Lokasi penelitian ini adalah di Wilayah Kerja Puskesmas Saleati Kecamatan Liang, Kabupaten Banggai Kepulauan yaitu di 16 Desa Di Kecamatan Liang. Sumber data utama dari penelitian ini berasal dari data instansi kesehatan dan melakukan wawancara mendalam dengan narasumber dalam hal ini adalah 2 informan kunci dan 23 informan utama yang merupakan ibu yang memiliki bayi 0-12 bulan tahun 2024 sampai dengan 2025 data didapat dari hasil observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku ibu dalam pemberian ASI di Wilayah Kerja Puskesmas Saleati Kecamatan Liang Kabupaten Banggai Kepualauan, dari informan penelitian ini yaitu pada predisposing faktor para informan masih memiliki pengetahuan yang kurang, informan merespon tangisan bayi memberikan Susu formula karena merasa ASI saja tidak akan cukup, informan bertindak terhadap kendala masih mengonsumsi bahan tradisional dan medis. Enabling Faktor pada aspek Ketersediaan sarana atau prasarana para informan tidak mendapatkan sarana dan ketersediaan informasi para informan mendapatkan informasi dari petugas kesehatan dan lingkungan sekitar. Reinforcing faktor para informan ada yang mendapatkan dukungan keluarga ada yang tidak begitupun dengan dukungan petugas Kesehatan.
Breath milk is a white fluid produced by the mother's mammary glands through the breastfeeding process. Breats milk is food that has been prepared for the baby when the mother's experience changes to prepare for milk production, the mother's behavior in breastfeeding is influenced by various factors, namely predisposing factors (Knowledge, Attitudes, and Actions), Enabling factors (Facilities and availability of information), and reinforcing factors (Support from health workers and family support). This researcg is a type of qualitative research using a phenomenological approach. The research location is in the work area of Saleati health center, Liang distric, Banggai island regency namely 16 vilages in Liang district. The main data source of this study comes from health agency data and in-depth interviews with informants in this case are 3 key informants and 23 main informants who are mother who have baby 0-12 months in 2024 to 2025 there are 116 baby from the results of observation and documentation. The results of the study showed that the behaviour of mothers in giving breast milk in the work area of Saleati health center, Liang distric, Banggai island Regency from research informants, namely in predisposing factor the informants still have insufficient knowledge, informants respond to the baby cry by giving formula milk because they feel breats milk alone will not be enough, informants act against obstacles stil consuming traditional and medical ingredients. Enabling factor in the aspect of the availability of facilitas and infrastructure, some informants get some don’t the availability of informants some informants get information from health workers and sosial media. Reinforcing factor some informants get support fromhealth workers, some don’t and family support some informants get the family support some don’t.
References
A., H. (2020). Exclusive Correlation Of Mother's Characteristic With Exclusive Breastfeeding. Journal Heal Technol Me. , 6 : 767:78.
Ariani P, A. P. (2012). Hubungan Umur, Paritas, dan Frekuensi Menyusui Dengan Produksi ASI . 5(2), 16-30.
Alim, A.,Samman, S And B.M. (2020), Studi Kualitatif Perilaku Ibu Terhadap Pemberian ASI EKSLUSIF di Puskesmas Bonemo, Kabupaten Halmahera Tengah, Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, 30 (2) : 163-182.
Ayu W, Bina A, Sendi P.R & Fika M, (2025). Jurnal Kesehatan Saintika Meditory.
Ardiyansyah, Fahrizal, Solida A. (2020). Analisis Faktor Kegagalan Promosi Kesehatan Dalam Pemberian ASI Ekslusif Oleh Ibu Pekerja. 5(4) : 97-1088.
Asnidawati A & Ramdhan S, (2021). Hambatan Pemberian ASI Ekslusif Pada Bayi Usia 0-6 Bulan, Jurnal Ilmiah Kesehatan dan Husada. 10(1) ; 156-162.
Ayu W, Bina A, Sendi P.R & Fika M, (2025). Jurnal Kesehatan Saintika Meditory.
Kuklina, EV.Et all.(2024). Hypertension in Pregnancy: Current Challenges and Future Opportunities for Surveillance and Research.journal womens health.Vol 33(5).Hal 553-562.
Brutu, H. (2021). Faktor-Faktor yang berhubungan dengan ASI ekslusif Di Wilayah Kerja Puskesmas Sitinjo Kabupaten Dairi tahun 2020. Jurnal Ilmiah Keperawatan Imedia. 7(1), 53-67, 53-67.
Bayu W. B, Betti Y.S, And Tetes W.W, (2023). Studi Kualitataif : Kegagalan Pemberian Air Susu Ibu (ASI) Ekslusif Di Puskesmas Sidomulyo Kota Bengkulu, Jurnal Keperawatan. Vol. 8, No.2.
Published
How to Cite
Issue
Section
Copyright (c) 2025 Lisa Handayani, Ramli Ramli, Larasati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.




