Kelelahan Sosial dan Risiko Kecelakaan Kerja pada Anak Buah Kapal di Sektor Maritim
Social Fatigue and Occupational Accident Risk among Ship Crews in the Maritime Transport Sector
DOI:
https://doi.org/10.51888/phj.v16i2.385Keywords:
Kelelahan sosial, kecelakaan kecelekaan kerja, awak kapal, pelaut, transportasi maritimAbstract
Anak buah kapal (ABK) pada sektor transportasi maritim terpapar beban kerja fisik dan psikososial yang tinggi, yang berpotensi menimbulkan kelelahan sosial serta meningkatkan risiko kecelakaan kerja. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan kelelahan sosial dengan kejadian kecelakaan kerja pada ABK di salah satu pelabuhan penyeberangan di Kalimantan Timur. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional dan teknik accidental sampling pada 136 ABK (n = 136) yang memenuhi kriteria inklusi dan bersedia menjadi responden. Kelelahan sosial diukur menggunakan kuesioner terstruktur yang telah diuji validitas dan reliabilitas, kemudian dikategorikan menjadi rendah dan tinggi berdasarkan nilai median. Kecelakaan kerja diidentifikasi berdasarkan riwayat kecelakaan selama bekerja dan diklasifikasikan menjadi pernah dan tidak pernah mengalami kecelakaan kerja. Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji Chi-square dan korelasi Spearman Rank pada tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil menunjukkan bahwa 71,3% responden berada pada kategori kelelahan sosial tinggi dan 67,6% pernah mengalami kecelakaan kerja. Namun, tidak ditemukan hubungan yang bermakna antara kelelahan sosial dan kejadian kecelakaan kerja (p = 0,061). Temuan ini mengindikasikan bahwa kelelahan sosial pada ABK cukup tinggi, tetapi tidak berasosiasi secara signifikan dengan kecelakaan kerja, sehingga tetap perlu dikelola melalui penguatan dukungan psikososial dan perbaikan kondisi kerja di kapal.
Ship crews in the maritime transport sector are exposed to physical and psychosocial job demands that may lead to social fatigue and increase the risk of work accidents. This study aimed to analyse the association between social fatigue and work accidents among ship crews at a ferry port in East Kalimantan, Indonesia. A quantitative study with a cross-sectional design and an accidental sampling technique was conducted involving 136 crew members (n = 136) who met the inclusion criteria and provided informed consent. Social fatigue was measured using a structured, validated, and reliable questionnaire and categorised as low or high based on the median score. Work accidents were identified from self-reported accident history while working on board and classified as ever or never experienced. Data were analysed using univariate procedures and bivariate tests (Chi-square and Spearman Rank correlation) with a significance level of α = 0.05. The results showed that 71.3% of respondents experienced high social fatigue and 67.6% had experienced at least one work accident. However, no statistically significant association was found between social fatigue and work accidents (p = 0.061). These findings indicate that social fatigue among ship crews is relatively high but not significantly associated with work accidents, and should be addressed through psychosocial support and improved working conditions on board.
References
Amaliah, R. U. (2022). Gambaran pemakaian APD dan pemeriksaan kesehatan pada nelayan di Desa Tanjung Gundap. Jurnal Abdimas Kesehatan Ibnu Sina, 1(1), 1–6.
Amoadu, M., Ansah, E. W., & Sarfo, J. O. (2023). Influence of psychosocial safety climate on occupational health and safety : a scoping review. BMC Public Health, 23(1), 1–13. https://doi.org/10.1186/s12889-023-16246-x
Aulia, Aladin, & Tjendera, M. (2018). Hubungan kelelahan kerja dengan kejadian kecelakaan kerja pada pekerja galangan kapal. Jurnal Kesmas Dan Gizi (JKG), 1(1), 58–67. https://doi.org/https://doi.org/10.35451/jkg.v1i1.106
Brooks, S. K., & Greenberg, N. (2022). Mental health and psychological wellbeing of maritime personnel : a systematic review. BMC Psychology, 10(1), 1–26. https://doi.org/10.1186/s40359-022-00850-4
EMSA. (2024). Annual overview of marine casualties and incidents 2024.
Farhandika, G. A., & Modjo, R. (2025). Kelelahan kerja di kalangan awak kapal : systematic literature review. Jurnal Ilmiah Kedokteran Dan Kesehatan, 4(3), 95–100. https://doi.org/https://doi.org/10.55606/klinik.v4i3.4336
Hidayat, R., & Febriyanto, K. (2021). Hubungan kelelahan kerja dengan kejadian kecelakaan kerja pada penyelam tradisional di Pulau Derawan Provinsi Kalimantan Timur. Borneo Student Research, 2(2), 1045–1051.
Husin, L., Doda, D. V. D., & Kaunang, W. P. J. (2023). Faktor yang berhubungan dengan keluhan kelelahan kerja pada buruh di Pelabuhan Manado. Jurnal Kesehatan Tambusai, 4(3), 2502–2509. https://doi.org/https://doi.org/10.31004/jkt.v4i3.17109
IMO. (2024). Marine casualty and incident statistics.
Jamil, J., Mallapiang, F., & Multazam, A. M. (2023). Analisis unsafe action dan unsafe condition dengan kecelakaan kerja pada awak kapal penyeberangan Bira-Pamatata. Journal of Muslim Community Health (JMCH) 2023, 4(1), 251–264. https://doi.org/https://doi.org/10.52103/jmch.v4i1.1285
Jonglertmontree, W., Kaewboonchoo, O., Morioka, I., & Boonyamalik, P. (2022). Mental health problems and their related factors among seafarers : a scoping review. BMC Public Health, 22(1), 1–19. https://doi.org/10.1186/s12889-022-12713-z
KNKT. (2024). Data kasus kecelakaan pelayaran di Indonesia 2024.
Liu, Y., Li, L., Liu, Q., Ma, Y., & Liao, J. (2023). Influence of physiological, psychological and environmental factors on passenger ship seafarer fatigue in real navigation environment. Safety Science, 168. https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.ssci.2023.106293
Ma, M., & Liao, R. (2025). Factors affecting seafarers’ fatigue: a scoping review. Frontiers in Public Health, 13. https://doi.org/10.3389/fpubh.2025.1647685
Malik, I., Hardi, I., & Abbas, H. H. (2021). Faktor yang berhubungan dengan kelelahan kerja di PT . Industri Kapal Indonesia ( Persero ) Makassar. Window of Public Health Journal, 2(1), 167–176. https://doi.org/10.33096/woph.v1i5.194
Mandagi, R. C. P., Sondakh, R. C., & Maddusa, S. S. (2022). Hubungan kelelahan kerja dengan kejadian kecelakaan kerja di PT . Putra Karangetang Desa Popontolen Kabupaten Minahasa Selatan. KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi, 11(4), 28–34.
Mansyur, M., Sagitasari, R., Wangge, G., Sulistomo, A. B., & Kekalih, A. (2021). Long working hours , poor sleep quality , and work-family conflict : determinant factors of fatigue among Indonesian tugboat crewmembers. BMC Public Health, 21(1), 1–7. https://doi.org/https://doi.org/10.1186/s12889-021-11883-6
Nittari, G., Gibelli, F., Bailo, P., Sirignano, A., & Rizzi, G. (2024). Factors affecting mental health of seafarers on board merchant ships : a systematic review. Reviews on Environmental Health, 39(1), 151–160. https://doi.org/10.1515/reveh-2021-0070
Papendang, R. Z., Seprianto Maddusa, S., & Klesaran, A. F. C. (2022). Hubungan antara kelelahan dengan kecelakaan kerja pada nelayan di Kelurahan Bahu Lingkungan 1 Kota Manado. PREPOTIF Jurnal Kesehatan Masyarakat, 6(3), 2383–2388. https://doi.org/https://doi.org/10.31004/prepotif.v6i3.7624
Raihan, A. Z., Hardiyono, & Setyawati, N. F. (2025). Hubungan beban kerja terhadap kelelahan kerja pada kru kapal Pelayaran Agung Samudra Balikpapan. Jurnal Keselamatan, Kesehatan Kerja Dan Lindungan Lingkungan, 11(1), 92–98. https://doi.org/10.36277/identifikasi.v11i1.419
Rajapakse, A., & Emad, G. R. (2023). Fatigue , an unsolved puzzle that continues contributing to accidents at sea. Marine Policy, 155, 105745. https://doi.org/10.1016/j.marpol.2023.105745
Ulifin, R. D., Syamila, A. I., & Kinanthi, C. A. (2024). Analisis risiko kesehatan dan kselamatan kerja ( K3 ) pada aktivitas bongkar muat curah kering. ARKESMAS (Arsip Kesehatan Masyarakat), 9(2), 25–35. https://doi.org/https://doi.org/10.22236/arkesmas.v9i2.15725
UNCTAD. (2023). Review of Maritime Transport 2023.
Published
How to Cite
Issue
Section
Copyright (c) 2025 Nikita Rahmadini, Kresna Febriyanto

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.




